Chelsea Akan Jadikan N’Golo Kante Pemain Termahal Klub

Chelsea dikabarkan segera memperpanjang kontrak N’Golo Kante dan berpotensi menjadikannya pemain termahal klub London biru. Pemain asal Perancis itu bukan hanya mendapat perpanjangan durasi tapi juga peningkatan gaji per pekan yang signifikan. Manajemen The Blues agaknya mengapresiasi kapasitas dan kontribusi Kante. Didatangkan dari Leicester, Kante langsung membantu Chelsea merebut trofi Premier League. Selain pencapaian di kompetisi, partisipasinya membawa Les Bleus jadi jawara Piala Dunia 2018 tentu turut mengerek value sang pemain. Terbukti, klub raksasa seperti Real Madrid, PSG dan Manchester United pun ingin menggunakan jasanya.

Saat ini Kante memang masih terikat kontrak hingga tahun 2021 dengan klausul rilis di atas 100 juta pounds. Semenjak berlabuh di Stamford Bridge, ia langsung menancapkan peran gelandang bertahan sekaligus jangkar di lini tengah The Blues. Skill mumpuni dan visi membaca permainan membuatnya layak dianggap sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia saat ini. Posisi yang diemban Kante memang terbilang vital karena begitu menentukan bagaimana sebuah tim bertransisi dari bertahan ke menyerang maupun sebaliknya.

Chelsea pun menyadari bahwa Kante tengah diincar banyak klub top Eropa. Untuk itu sejak awal musim mereka sudah menghubungi perwakilan Kante untuk menegosiasikan kontrak tersebut. Agen perwakilan Kante merespon dengan baik ajakan manajemen Chelsea tersebut. Mereka dikabarkan sudah intens bertemu semenjak awal musim kemarin untuk membahas kontrak baru ini.
Sementara manajer baru Maurizio Sarri sejauh ini juga mengapresiasi dan membutuhkan servis Kante. Meski kini juga ada Jorginho dan Kovacic, namun keduanya lebih berkarakter central midfielder yang kurang kokoh atau liat bertahan.

Menurut laporan tersebut, proses negosiasi berjalan dengan baik. Alhasil mereka akan segera merealisasikan kontrak baru itu dalam waktu dekat. Chelsea bakal menambah perjanjian kontrak selama 5 tahun lagi dan kenaikan gaji hampir dua kali lipat. Yup! Kesepakatan yang tercapai akan menjadikan Kante pemain termahal di Chelsea saat ini karena ia akan menerima 290 ribu pounds per pekan sementara gajinya saat ini mencapai 150 ribu pounds per pekan.
Angka ini melampaui gaji Eden Hazard saat ini, yang kabarnya mencapai angka 220 ribu pounds.

Selain Torres, Siapa Pemain Spanyol dengan Koleksi Gol Terbanyak di Premier League?

Kiprah pemain Spanyol di Premier League menambah warna dan dimensi permainan di kompetisi tertinggi Negeri Britania. Punya skill mumpuni dan kemampuan membaca permainan membuat klub elite Inggris memboyong para matador terutama mengisi pos lini tengah dan serang di lapangan hijau. Nama Fernando Torres sejauh ini menjadi paling fenomenal. Hasil akademi Atletico Madrid itu menjelma menjadi mesin gol yang subur sekaligus atraktif Torres langsung sukses mencetak 20 gol di musim perdananya.

Selain Torres, beberapa nama pun mencuat dan berhasil menorehkan tinta emas baik untuk pencapaian pribadi sebagai top skor atau sekaligus mengantar klub meraih trofi. Berikut 5 cara daftar sbobet 2019 Pemain Spanyol yang  Mencetak Gol Terbanyak selama berkiprah di Liga Inggris:

Juan Mata

Gelandang yang mengorbit bersama Valencia kemudian berlabuh ke Chelsea dan direkrut Manchester United. Hingga kini Juan Mata hanya kurang satu gol lagi untuk menjadi salah satu dari lima pemain Spanyol yang mencetak 50 gol di Premier League.

Tambahan, Mata juga sudah mencetak sepuluh gol dalam 41 penampilan internasional, setelah melakukan debut pada tahun 2009.

Cesc Fabregas

Cesc menjadi pemain termuda Arsenal yang bermain di pertandingan kompetitif saat berusia 16 tahun dan 177 hari. Sejak saat itu, ia menjadi legenda Premier League.

 

Gelandang Spanyol itu mendeposit 50 gol selama karirnya di Inggris dengan jersey merah dan putih Arsenal dan juga biru Chelsea.

David Silva

Silva memainkan peran penting dalam kesuksesan Manchester City. Ditebus dari Valencia dengan biaya 26 juta pounds pada tahun 2010, kontribusinya kian nyata bagi kejayaan City meraih trofi dan gelar. 52 gol dan tiga gelar liga sudah diberikan Silva

Pemain berusia 32 tahun ini sudah membuktikan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah bermain di Etihad.

Diego Costa

Mantan striker Chelsea ini adalah tipe predator yang haus gol sekaligus kerap memicu emosi dan dibenci lawan. Kuat, agresif, cepat dan tajam, ia menyiksa pertahanan di Premier League selama 89 pertandingan.

Costa mencetak 52 gol pada periode tersebut dan sudah menunjukkan bahwa dirinya bisa menaklukkan pertahanan di Premier League. Costa memenangkan dua gelar Premier League bersama Chelsea. Tetapi meninggalkan klub tersebut dengan kembali ke Atletico Madrid setelah bertengkar dengan Antonio Conte.

Fernando Torres

‘El Nino’ atau badai demikian julukan sepadan yang menggambarkan pergerakan eksplosif dan akurasinya membobol gawang lawan. Akselerasi dan kecepatan Torres di puncak permainannya benar-benar mencekam bek lawan sekaligus menghibur pendukungnya. Fans Liverpool yang paling menikmati rentetan gol-gol Fernando Torres yang sekaligus tercatat  sebagai salah satu striker tajam pernah ada di tanah Inggris. Produktivitasnya kemudian membuat taipan Roman Abramovich merogoh kocek 50 juta pounds untuk memboyongnya ke Chelsea. Meskipun hasilnya tidak seindah yang dibayangkan.

Meskipun demikian, Torres tetap menjadi pencetak gol asal Spanyol yang paling produktif dalam sejarah Premier League. Koleksi 85 gol Torres sepertinya akan bertahan untuk waktu yang cukup lama.

Tahukah Kamu?

Berlabuhnya pesepakbola asal Spanyol telah dimulai pasca Perang Dunia II. Ketika resmi menjadi Premier League, kita ingat ada Albert Ferrer yang berkiprah di Chelsea, Marcelino di Newcastle dan Ivan Campo, Fulham. Sebelum mereka, klub Wigan pernah memakai jasa “The Three Amigos”, trio Spaniard: Jesus Seba, Roberto Martinez and Isidro Diaz di musim 1995. Sementara Alex Calvo Garcia menjadi legenda di klub Scunthorpe (1996-2004).

Aubameyang Raih Player of the Month Premier League Oktober

Pierre-Emerick Aubameyang menyabet penghargaan pemain terbaik Premier League untuk edisi Oktober 2018. Bomber Arsenal itu berhasil mengungguli beberapa kandidat kuat seperti Ross Barkley, Fernandinho, Anthony Martia, Mat Ryan, dan Callum Wilson.

Penampilan penyerang asal Gabon sepanjang bulan Oktober memang terbilang impresif. Selain produktivitas gol, Pierre juga menyumbangkan assist untuk gol-gol lini depan The Gunners dalam tiga pertandingan.

Aubameyang berhasil mencetak brace alias dua gol berturut-turut. Pertama ketika berhadapan dengan Fulham dalam kemenangan 5-1. Ia kemudain mencetak dua gol kala Arsenal mengandaskan Leicester City 3-1, serta satu gol dalam laga melawan Crystal Palace yang berakhir imbang 2-2.

Aubameyang berjasa besar membawa Arsenal melanjutkan tren tak terkalahkan dalam delapan laga dan kini masih berlanjut hingga sembilan laga. Aubameyang pun membidik posisi empat besar di musim ini.

“Saya terus mencoba meningkatkan kemampuan setiap hari, mencoba bekerja keras tapi saya bahagia di Premier League dan saya mencoba melakukan yang terbaik. Saya bisa lebih baik,” ujar Aubameyang.

“Kami harus terus seperti yang kami lakukan saat ini. Saya berharap kami akan finis di empat besar. Akan menyenangkan jika bisa lolos ke Liga Champions,” tambahnya.

Sementara itu untuk kategori manajer terbaik jatuh kepada Eddie Howe. Ini merupakan penghargaan ketiga kalinya sepanjang kirpahnya di Premier League. Pencapaian The Cherries sepanjang Oktober memang mengesankan dengan memenangi tiga dari empat laga, yakni melawan Crystal Palace, Watford dan Fulham.

Manajer The Cherries itu unggul atas Pep Guardiola (Manchester City), Chris Hughton (Brighton & Hove Albion), dan Maurizio Sarri (Chelsea). Saat ini tim yang berada di pantai selatan Inggris itu berada di posisi keenam klasemen sementara Premier League 2018/19.

Selanjutnya untuk kategori GOL Terbaik jatuh kepada Aaron Ramsey. Gol lewat aksi backheel yang ia ciptakan ke gawang Fulham menjadi gol terbaik untuk periode Oktober 2018.

Gol tersebut dianggap lebih baik dibandingkan dengan Pierre-Emerick Aubameyang (Arsenal vs Leicester City), Ricardo Pereira (Leicester City vs Everton), Gylfi Sigurdsson (Leicester City vs Everton), Roberto Pereyra (Wolverhampton Wanderers vs Watford), Riyad Mahrez (Manchester City vs Burnley), dan Anthony Martial (Manchester United vs Everton).